OLAHRAGA

Menpora Dijadwalkan Hadiri Lokakarya Mencari Desain Pembinaan PON 2020

Laporan Ika Suryani Syarief | Rabu, 11 Desember 2019 | 11:22 WIB
Ilustrasi. Zainuddin Amali Menpora (dua kiri) bersama Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim (dua kanan) saat berbincang dengan atlet Jatim di sela pengarahan dan dialog Menpora dengan insan olahraga Jatim di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Minggu (3/11/2019). Foto: Dok./Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Zainudin Amali Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), dijadwalkan menghadiri lokakarnya 'Mencari Desain Pembinaan Pasca Rasionalisasi PON 2020', yang akan digelar di Kampi Hotel Surabaya, Sabtu (14/12/2019) pagi.

"Kami sudah datang ke kantor Kemenpora, dan menyampaikan langsung undangannya. InsyaAllah Menpora akan hadir dalam acara kami," kata Fariz Yarbo, Ketua Panitia Lokakarya, kepada Budi Leksono Suara Surabaya, Selasa (10/12/2019) siang.

Dalam lokakarya yang digelar oleh Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan Olahraga Jawa Timur tersebut, Menpora didapuk sebagai keynote speaker.

Selain Menpora, juga hadir Marciano Norman Ketua Umum KONI Pusat, Erlangga Satriagung Ketua Umum KONI Jatim, dan Prof. Toho Cholik Mutohir Direktur Badan Sport Science sebagai nara sumber.


Lokakarnya ini akan membahas dan mencari desain pembinaan pasca rasionalisasi cabang olahraga (cabor) dari Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020, di Papua. PON 2020 hanya akan mempertandingkan 37 cabang olahraga saja.

Cabang olahraga yang terkena rasionalisasi di antaranya tenis meja, balap sepeda, petanque, dansa, woodball, gateball, golf, bridge, soft tennis, bowling, dan ski air.

"Rasionalisasi ini tentu akan berpengaruh pada pembinaan cabor yang bersangkutan. Apalagi cabor-cabor tersebut telah mempersiapkan diri menuju PON melalui Puslatda yang telah berlangsung bertahun-tahun," kata Fariz.

Selain itu, rasionalisasi tersebut juga berdampak pada program yang telah disusun oleh KONI Jatim. Demikian juga anggaran miliaran yang telah digelontorkan untuk persiapan PON 2020 menjadi sia-sia.

"Rasionalisasi ini juga akan berdampak pada perolehan medali kontingen Jatim di PON 2020. Karena beberapa cabor yang terkena rasionalisasi termasuk cabor lumbung medali," jelas Muhammad Syafaruddin Ketua Pokja Wartawan KONI Jatim.

"Dari lokakarya inilah nantinya diharapkan ada desain pembinaan setelah rasionalisasi PON 2020," imbuh Shava, sapaan akrabnya.

Lokakarya ini akan dihadiri 52 Pengurus Provinsi (Pengprov) Cabor Jatim, 38 Pengurus KONI kabupaten/kota, pelatih dari seluruh cabor, pengurus KONI Jatim, pimpinan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Jatim, dan jurnalis Olahraga di Jatim.(bud/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.