OLAHRAGA

Pelti Jatim Gelar Coaching Clinic Libatkan Pelatih Asing

Laporan Dwi Yuli Handayani | Rabu, 20 November 2019 | 19:50 WIB
Mr Frank Van Fraayenhoven dari Belanda instruktur pusat ataupun yang berlevel internasional (tengah) dan Didik Utomo Pribadi Sekretaris Umum Pengprov Pelti Jatim (dua dari kanan). Foto: Budi Leksono reporter Suara Surabaya
suarasurabaya.net - Pengurus Provinsi Persatuan Lapangan Tenis Indonesia (Pengprov Pelti) Jawa Timur terus mengembangkan program untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia di cabang olahraga tenis.

Sejak 20-24 November mendatang, Pengprov Pelti Jatim bekerja sama dengan pengurus besar PB Pelti menggelar kegiatan Coaching Clinic. Pelatihan ini dikhususkan untuk komponen pengurus ataupun pelatih yang ada di daerah yang tersebar di seluruh Jawa Timur.

Didik Utomo Pribadi Sekretaris Umum Pengprov Pelti Jatim mengatakan, pelatihan ini digelar di Universitas Negeri Malang (UNM). Pertimbangnya karena selama ini petinggi di UNM juga menjadi bagian dari kepengurusan Pelti Jatim. Cabang Olahraga Tenis juga ingin lebih mendekatkan diri pada Mahasiswa di perguruan tinggi.

Pada Budi Leksono reporter Radio Suara Surabaya, Didik Utomo Pribadi mengatakan, tidak ada syarat tertentu untuk bisa mengikuti kegiatan ini. Yang penting mendapatkan rekomendasi dari pengurus Pelti daerah ataupun Kota.


Peserta mewakili daerahnya masing-masing. Sehingga diharapkan, ilmu yang mereka dapatkan dari beberapa pembicara yang hadir bisa ditularkan ke pengurus atau pegiat tenis yang lainnya di daerah.

Didik juga sangat mengapresiasi animo peserta yang ikut pelatihan ini. Karena dari prediksi awal sekitar 36 perwakilan dari pengurus daerah ternyata jumlah pesertanya bisa mencapai 50 orang. Bahkan ada peserta mandiri yang khusus hadir dari beberapa daerah di luar Jatim diantaranya dari Bogor, Bengkulu dan Kalimantan Selatan.

Karena pelatihan ini levelnya nasional, Pelti Jatim akan melibatkan beberapa instruktur pusat ataupun yang berlevel internasional. Diantaranya ada Mr Frank Van Fraayenhoven dari Belanda. Selain itu juga ada beberapa nara sumber dari Pengurus Besar atapun daerah Pelti yang bersertifikat nasional ataupun internasional.

Didik yang juga pengurus Pelti pusat mengatakan, melalui pelatihan ini diharapkan akan membawa dampak positif untuk peningkatan kualitas SDM cabang Olahraga Tenis di berbagai daerah di Indonesia. Sehingga harapannya, masing-masing daerah nantinya bisa memberi kontribusi untuk nasional. Baik lewat prestasi atlet, pelatih ataupun Sumber Daya Manusia lainnya. (bud/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.