OLAHRAGA

Jatim Pimpin Perolehan Medali Peparpenas 2019

Laporan Dwi Yuli Handayani | Selasa, 12 November 2019 | 08:57 WIB
Pertandingan tenis meja untuk tuna netra dalam ajang Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) 2019 di Hotel Grand Cempaka, Senin (11/11/2019). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Kontingen Jawa Timur memimpin sementara perolehan medali dalam kejuaraan Pekan Paralimpik Pelajar Nasional (Peparpenas) IX pada Senin (11/11/2019) dengan raihan sembilan medali emas dan satu perak.

Di posisi kedua menguntit kontingen Papua dengan raihan tujuh emas, tiga perak, dan dua perunggu. Jateng berada di posisi ketiga dengan enam emas, tiga perak, dan empat perunggu.

Peparpenas 2019 yang berlangsung sejak tanggal 6 hingga 13 November 2019 ini mempertandingkan enam cabang olahraga, meliputi atletik, renang, bulu tangkis, tenis meja, catur, dan boccia yang diikuti 486 atlet dari 33 provinsi.

Pada Senin atau sehari jelang penutupan, Jatim menambah empat koleksi emas di cabang renang, atletik, dan tenis meja. Perolehan medali akan terus bertambah atau berubah mengingat pada Selasa, sebagian besar cabang baru akan memulai babak final


"Kami menargetkan bisa merebut 14 medali emas agar bisa menjadi juara umum," ujar Supratomo Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Jatim dalam situs resmi Kominfo Jatim, seperti dilansir Antara.

Sebelumnya, penyelenggaraan Peparpenas 2019 akan digelar di Papua sebagai rangkaian persiapan PON XX 2020 nanti. Namun karena alasan keamanan maka penyelenggaraan diambil alih Kemenpora dan memutuskan untuk digelar di Jakarta.

"Dan karena waktu yang sangat terbatas, maka event digelar langsung oleh Kemenpora sendiri karena pihak DKI Jakarta pun tidak bersedia karena terlalu mendadak. Namun demikian, DKI siap membantu lapangannya," ujar Raden Isnanta Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga. (ant/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.