OLAHRAGA

Sirkuit GBT Diharapkan Naik Level Gelar Kompetisi Internasional

Laporan Agustina Suminar | Senin, 11 November 2019 | 09:34 WIB
Murobil Vatoni atau akrab disapa Robby Shakera asal Madura, saat meraih Juara Umum kategori Novice di kompetisi One Prix Championship di Sirkuit Gelora Bung Tomo Surabaya, Minggu (10/11/2019). Foto: Ayu Suara Surabaya
suarasurabaya.net - Sambutan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya di seri pamungkas gelaran One Prix - Indonesia Motorprix Championship 2019, menjadi harapan untuk Sirkuit Gelora Bung Tomo Surabaya (GBT) untuk dapat naik level menjadi sirkuit internasional.

Hal itu disampaikan saat Risma menghadiri seri One Prix pada Minggu (10/11/2019) kemarin, yang sebenarnya digelar selama dua hari yakni mulai 9-10 November.

"Kemarin mimpi saya tahun 2020-2021 itu gandeng dengan ada jalan, lebar sekali, someday (kapan-kapan) bisa dipakai untuk balapan internasional," katanya.

Meski cuaca di Surabaya sangat panas, namun pebalap yang berkompetisi kemarin tetap semangat dalam menjalani lap demi lap. Imam SulistioChief Executive Officer Oneprix Indonesia Motorprox Championship mengatakan, cuaca di Surabaya menjadi tantangan tersendiri bagi pebalap, karena harus berjuang ekstra keras dari segi fisik, mesin, dan juga strategi.


"Jatuh di Hari Pahlawan, jadi keberkahan... membuat pebalap menyelesaikan balapan dengan semangat Pahlawan. Pertarungan sengit terjadi sejak awal sampai akhir lap sepanjang 1,2 km. Perjalanan ini membuat kompetisi di Surabaya menjadi luar biasa," ujarnya.

Kompetisi yang digelar kemarin akhirnya memunculkan nama-nama pemenang. Mereka adalah Fitriansyah Kete pebalap asal Jawa Barat meraih Juara Umum kategori Expert. Selain itu juga ada Murobil Vatoni pebalap asal Jawa Timur yang meraih Juara Umum kategori Novice.

Imam mengatakan, kemenangan ini tidak akan disia-siakan. Pihaknya akan segera menyiapkan para pemenang ini agar siap berlaga di kompetisi internasional.

"Pebalap-pebalap yang juara nantinya tidak sampai disini, kami sedang menyiapkan program, dengan melihat hasil 5 putaran One Prix musim ini. Dengan begitu terus ada regenerasi pebalap yang bisa balapan di level internasional, tidak hanya nasional," katanya.

Terlebih sejak meninggalnya Afridza Munandar, pebalap Indonesia yang meninggal di Sirkuit Internasional Sepang Malaysia beberapa waktu lalu, masih menyisakan duka yang mendalam bagi pebalap lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bambang Hariwibowo Ketua IMI Pengprov Jawa Timur, juga mengapresiasi dan menyampaikan harapannya kepada Murobil Vatoni atau akrab disapa Robby Shakera asal Madura itu.

"Dengan berhasilnya Murobil Vatoni jadi juara umum di kelas Noveice selama 5 seri, Jatim bangga. Mudah-mudahan tahun depan muncul Robby-Robby yang baru mengikuti jejak Gerry Salim pebalap Surabaya yang sekarang di Eropa," kata Bambang.

Sekedar diketahui, pada tahun ini peta balap motor nasional mengalami perubahan. Kompetisi One Prix Championship berubah menjadi Kejuaraan Nasional (Kejurnas). Sedangkan MotorPrix yang berskala nasional, berubah menjadi Kejuaraan Region. Dimana di Indonesia, terdapat 3 region yakni Region A, Region B, Region C.

Dalam balapan penutup di Sirkuit GBT ini juga menobatkan mendiang Afridza Munandar Pebalap Tasikmalaya. Kete, yang berhasil mengunci gelar juara umum, telah mempersembahkan kemenangannya untuk Idza, sapaan akrab Afridza.(ayu/tin/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA