OLAHRAGA

PSSI: Antusiasme Masyarakat Saksikan Timnas Indonesia Menurun

Laporan Dwi Yuli Handayani | Selasa, 10 September 2019 | 14:55 WIB
Ilustrasi. Timnas Indonesia. Foto: suara.com
suarasurabaya.net - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengakui bahwa antusiasme masyarakat untuk menyaksikan tim nasional bertanding langsung di stadion menurun.

"Alasannya, kan, jelas. Hasil laga sebelumnya lawan Malaysia tidak bagus. Lalu ada dampak dari keributan di laga itu yang membuat penonton reguler jadi takut untuk datang ke stadion," ujar Marshal Masita Deputi Sekjen PSSI kepada Antara di Jakarta, Selasa (10/9/2019), seperti dilansir Antara.

Marshal melanjutkan, hal itu terlihat dari lesunya pembelian tiket laga lanjutan Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia kontra Thailand yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Selasa, mulai pukul 19.30 WIB.

Dari 60 ribu lebih tiket yang dilepas ke publik, hanya sekitar 12 ribu yang terjual.


Ini jauh berbeda saat menghadapi Malaysia di pertandingan pertama timnas Indonesia di Grup G Kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, Kamis (5/9/2019), di mana jumlah penonton lebih dari 50.000 orang.

Akan tetapi, ketika itu terjadi kericuhan suporter setelah pendukung timnas Malaysia mendapatkan intimidasi dari kelompok suporter Indonesia.

Tindakan itu yang membuat pertandingan sempat dihentikan selama 10 menit di babak kedua.

Keributan lagi-lagi terjadi setelah laga tuntas. Bahkan oknum suporter Indonesia terlibat bentrok dengan personel kepolisian di area SUGBK.

Atas insiden tersebut, pemerintah Indonesia melalui Menpora Imam Nahrawi telah meminta maaf langsung kepada pemerintah Malaysia yang diwakili Menpora Syed Saddiq.

Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) juga sudah resmi mengadukan kejadian di SUGBK kepada FIFA dan AFC. (ant/dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.