OLAHRAGA

Tiga Pemain Muda Persebaya Bagi Pengalaman Latihan di Manchester City

Laporan Denza Perdana | Minggu, 18 Agustus 2019 | 20:31 WIB
Tantri Yanto Femas Anggara, Rendi Bayu Iputra, dan Raheem Nugraha Jaya Prayitno, tiga pemain muda Persebaya yang berkesempatan latihan di Stadion Etihad, Kota Manchester, Inggris. Foto: Denza suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Tantri Yanto Femas Anggara, Rendi Bayu Iputra, dan Raheem Nugraha Jaya Prayitno, tiga pemain muda Persebaya berkesempatan latihan di Stadion Etihad, Kota Manchester, Inggris.

Stadion itu adalah markas Manchester City, salah satu klub sepak bola terbesar di Inggris. Dua minggu mereka mengikuti program latihan di City Football Academy, sekolah sepak bola junior klub itu.

Setiap hari, mereka mendapat pelatihan teknik sepak bola dari para pelatih City Football Academy. Salah satu dari mereka bahkan dapat panggilan khusus saat latihan tanding antartim.

Raheem Nugraha pemain U-14 Persebaya asal Sedati, Sidoarjo, sempat dipanggil Raheem Sterling (salah satu pemain Manchester City) karena berhasil melesakkan dua gol ke gawang tim lawan.


"Tadinya, saya tidak posisi striker (penyerang). Pas saya striker, saya cetak dua gol. Lalu saya dipanggil Raheem Sterling. Bangga," katanya di Surabaya, Minggu (18/8/2019).

Tidak hanya belajar teknik sepak bola, dua minggu di Stadion Etihad sejak 28 Juli sampai 11 Agustus, mereka juga belajar Bahasa Inggris di British Study Centres Academy.

Tantri Yanto Femas Anggara yang menyatakan, pelajaran Bahasa Inggris yang dia dapat yang paling berkesan selama di sana. Terutama saat mempraktikkannya saat berkomunikasi dengan rekan dari negara lain.

"Tadinya kami semua ini terkendala bahasa. Setelah dapat pelajaran, kami bisa sedikit-sedikit," katanya sambil malu-malu.

Kegiatan mereka dalam program City Football and Language School yang digelar QNET sebagai sponsor resmi Manchester CIty itu cukup padat dari pagi sampai malam.

Mereka harus mengikuti latihan teknik sepak bola pukul 08.00-10.00 waktu setempat (WS) dan pukul 13.00-15.00 WS, lalu kelas Bahasa Inggris pada pukul 10.00-12.00 WS dan pukul 15.00-17.00 WS.

Selepas itu, mereka mengikuti kegiatan malam. Ada yang berenang, ada yang jalan-jalan ke mal atau nonton bioskop. Angga salah satu yang terkesan saat jalan-jalan di Manchester. "Kotanya bagus," katanya.

Pengalaman mereka cukup banyak. Salah satunya seperti yang dituturkan Rendi Bayu Iputra pemain junior Persebaya asal Surabaya saat menyantap makanan di salah satu restoran di sana.

"Banyak pengalaman di sana. Salah satunya, pas pertama datang di sana kami makan daging babi. Karena memang tidak tahu," ujarnya saat ditanya Emil Elestianto Dardak Wakil Gubernur Jawa Timur.

Ketiga pemain Persebaya junior ini terpilih dalam program kerja sama QNET dengan Persebaya. Ini adalah tahun kedua QNET mengirim pemain muda sepak bola Indonesia ke Manchester City.

"Kali ini kami bekerja sama dengan Persebaya yang memiliki sistem pelatihan mumpuni terhadap generasi muda untuk memilih mereka yang punya mimpi besar," kata Ganang Rindarko, General Manager QNET Indonesia.

Kerja sama dengan Persebaya ini, kata dia, akan berlanjut. Keduanya akan memikirkan program-program lain yang bisa dilakukan untuk mengembangkan potensi pemain muda Persebaya.

Saleh Hanifah Direktur Persebaya Amatir mengaku siap. Persebaya memiliki kesiapan dalam hal pembinaan terhadap pemain junior. Bahkan sudah termuat dalam database pemain di setiap jenjang usia.

"Program ini sejalan dengan upaya kami meregenerasi pemain. Pembinaan pemain sepak bola harus dilakukan mulai dari anak-anak. Saya berharap, mereka yang baru pulang dari Manchester City bisa berbagi ilmu kepada teman-temannya," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Emil Dardak Wagub Jatim mengapresiasi program ini. Pemprov Jatim, kata dia, memang memerlukan dukungan dari pihak swasta dalam mengembangkan potensi atlit muda.

"Sebenarnya kami (Pemprov Jatim) punya Smanor (SMA Negeri Olahraga) di Sidoarjo. Makanya kami perlu memikirkan, bagaimana sekolah ini benar-benar memiliki murid yang punya minat tinggi di bidang olahraga," katanya.(den/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.