OLAHRAGA

Fakhri Sebut Kondisi Fisik dan Psikis Pemain Turun Pasca Kalah dari Malaysia

Laporan Agustina Suminar | Minggu, 18 Agustus 2019 | 21:48 WIB
Fakhri Husaini (kedua kanan) pelatih timnas U-18 bermain bola bersama pemainnya saat latihan di Lapangan Becamex Binh Duong, Vietnam, Kamis (15/8/2019). Foto: Antara
suarasurabaya.net - Pada sesi pemulihan timnas sepak bola U-18, pelatih kepala Fakhri Husaini menuturkan ada dua hal yang menjadi masalah usai timnya bertarung melawan Malaysia di semifinal Piala AFF di Stadion Binh Duong.

Usai dikalahkan Malaysia 3-4, Fakhri melihat para pemainnya menghadapi masalah kondisi fisik dan psikis yang menurun.

"Fisik mereka sangat terkuras karena tampil 120 menit di lapangan yang becek. Sebagian besar pemain tidak punya sepatu pul enam, sehingga beberapa kali kalah adu sprint dengan pemain-pemain Malaysia. Itu menguras stamina mereka," tutur Fakhri usai sesi pemulihan di Binh Duong, Minggu (18/8/2019).

Masalah kedua yang juga dialami pemain skuat Garuda Nusantara adalah mental yang jatuh setelah kalah dengan skor tipis dan gagal melanjutkan ke babak final.


"Ini dua hal yang perlu kami perbaiki secepatnya, karena secara taktik meskipun ada beberapa kesalahan kemarin, tapi menurut saya dua hal itu yang perlu diperbaiki," kata Fakhri dilansir Antara.

Ia berharap dengan sesi pemulihan dan istirahat bagi para pemain hari ini bisa memberikan tambahan energi untuk bersiap menghadapi Myanmar di hari Senin.

Sementara untuk pemain yang sempat cedera seperti Dewangga dan Supriadi, Fakhri menuturkan bahwa kondisinya semakin membaik.

"Dari informasi tim medis Dewangga dan Supriadi yang kemarin sempat mengalami benturan sudah mulai membaik," katanya.

Pada hari Senin, 19 Agustus, skuat Garuda Nusantara akan kembali meladeni Myanmar untuk memperebutkan juara ketiga Piala AFF U-18 2019.

Sebelumnya, kedua tim sempat bertemu dalam laga kelima penyisihan Grup A dengan berakhir skor imbang 1-1.(ant/tin/dwi)
Editor: Dwi Yuli Handayani



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.