OLAHRAGA

Porprov Jatim 2019 Resmi Ditutup Langsung oleh Menpora

Laporan Dwi Yuli Handayani | Minggu, 14 Juli 2019 | 21:57 WIB
Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VI/2019 akhirnya resmi ditutup oleh Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI di Stadion Bumi Wali, Tuban, Sabtu (13/7/2019) malam. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim VI/2019 akhirnya resmi ditutup oleh Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI di Stadion Bumi Wali, Tuban, Sabtu (13/7/2019) malam.

Ikut hadir mendampingi momen penutupan tersebut Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jatim beserta Forkopimda Jatim, empat bupati yang menjadi tuan rumah Porprov Jatim VI/2019, jajaran pengurus KONI, serta beberapa bupati/walikota se-Jatim lainnya.

Imam Nahrawi Menpora merasa bangga karena provinsi yang dipimpin oleh Gubernur Khofifah ini sukses menyelenggarakan Porprov Jatim. Bahkan, di tahun-tahun mendatang, pelaksanaan Porprov Jatim akan diselenggarakan setiap dua tahun sekali.

Menpora berharap, provinsi lain bisa meniru Jatim. Dalam konteks nasional, pihaknya menyiapkan regulasi besar agar PON bisa dilaksanakan per dua tahun di dua provinsi yang akan dimulai pada 2022.


Menurutnya, penyelenggaraan Porprov di tingkat daerah bisa menjadi kawah candradimuka lahirnya atlet Indonesia yang berprestasi dan membanggakan. Sehingga, mereka bisa mewakili Indonesia meraih juara di tingkat dunia, seperti di event olimpiade.

"Termasuk juga momentum Porprov memastikan bahwa olahraga menjadi perekat kita. Ekonomi bangkit, kekuatan sosial dan solidaritas kita betul-betul terbangun dengan baik. Lebih dari itu melalui olahraga akan terbentuk komunitas yang kuat saling menghargai, respek, menghormati dan menjunjung tinggi sportifitas," katanya, seperti dalam rilis yang diterima suarasurabaya.net.

Menpora juga berpesan kepada seluruh atlet Jatim agar tidak memiliki rasa puas diri dan senang hanya menjadi juara di Porprov saja. Sebab di depan, mereka akan mendapat tantangan lagi, seperti event Sea Games, Asian Games, Olimpiade dan Kejuaraan Dunia lainnya. "Dari Porprov inilah yang akan menjadi cikal bakal atlet-atlet yang bisa menjadi juara di olimpiade," kata Menpora.

Sementara itu, Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur mengatakan, pelaksanaan Porprov Jatim kali ini telah banyak mencetak rekor baru berbagai cabang olahraga. Karena itu, pihaknya mengajak kepada seluruh kepala daerah, pimpinan KONI, dan pelatih untuk terus mengawal dan meningkatkan prestasi sampai puncak sehingga membawa harum nama bangsa dan negara.

"Mudah-mudahan tetap semangat. Para pelatih tetap menggenjot agar prestasi ke depan bisa diraih lebih prestiges lagi," ujarnya.

Soal persiapan pelaksanaan Porprov Jatim dua tahun mendatang, Khofifah meminta agar dipersiapkan lebih komprehensif lagi. Sehingga, kesiapan daerah, atlet, masyarakat serta sektor pendukung lainnya seperti wisata dan UMKM bisa semakin bergeliat lagi.

"Kalau misalnya peluncuran maskot bisa lebih awal, masyarakat bisa menyatu dengan Porprov dalam jangkauan yang lebih luas. Artinya gravitasi masyarakat Jatim ke event porprov akan lebih kuat," jelasnya.

Terkait pembibitan atlet Jatim, Khofifah berharap agar para atlet millenial bisa dipersiapkan lebih seksama lagi untuk dapat menembus prestasi tingkat dunia. "Jadi memang usia 16-21 tahun itu disiapkan agar ke depan mau ikut PON, Sea Games, Asian Games, Olimpiade masih memiliki cukup banyak waktu," jelasnya.

Kepada Menpora, Khofifah pun merekomendasikan beberapa venue di wilayahnya untuk bisa digunakan sebagai laga tingkat nasional maupun internasional. Salah satunya venue untuk cabang olahraga paralayang dan sepatu roda yang berada di Kabupaten Tuban.

Menurutnya, kedua venue tersebut bisa menjadi rekomendasi khusus bagi Menpora jika terdapat event nasional maupun internasional yang diselenggarakan di Indonesia. Termasuk beberapa venue lain di Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik yang juga memberikan inspirasi.

"Ada masukan venue Paralayang di Kabupaten Tuban yang indahnya luar biasa apalagi bisa mendekati waktu sunset. Venue untuk sepatu roda juga tak kalah indahnya di Mangrove Center Tuban," katanya.

Erlangga Satriagung Ketua Umum KONI Jatim mengatakan, penyelenggaraan Porprov Jatim VI/2019 telah mencatatkan banyak rekor baru. Misalnya dari cabor selam, terdapat 16 nomor yang terpecahkan rekornya. Lalu cabor panahan terdapat 10 nomor.

"Porprov ini spektakuler. Rekor baru terpecahkan dalam Porprov ini. Dari 38 kabupaten/kota ini sekarang jauh lebih bagus. Semua tersebar. Semua kabupaten/kota dapat medali," katanya.

Pelaksanaan Porprov VI/2019 kali ini, juga dinilainya sebagai ajang terbesar di Indonesia dengan melibatkan sebanyak 10.302 personil, terdiri dari 7.818 atlet dan 2.484 official. Nomor yang dipertandingkan pun sebanyak 525 nomor dari 42 cabor.

Pada kesempatan yang sama, Fathul Huda Bupati Tuban mengapresiasi Khofifah yang memiliki kepedulian terhadap olahraga. Hal ini dibuktikan dengan kepeduliannya dengan menghadiri event olahraga Porprov saat pembukaan dan penutupan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga menyerahkan Piala Bergilir Juara Umum kepada Kota Surabaya sebagai Juara Umum Porprov Jatim VI/2019.

Kemudian para atlet menyerahkan Bendera Porprov Jatim ke Gubernur Khofifah didampingi Ketua Umum KONI Provinsi Jawa Timur. Selanjutnya bendera diserahkan kepada Bupati Lumajang mewakili tiga bupati lainnya, yakni Bupati Situbondo, Bupati Jember, dan Bupati Bondowoso yang rencananya akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Porprov Jatim VII/2021. (dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.