OLAHRAGA

Persebaya Junior Protes Lapangan Karanggayam Digembok

Laporan Zumrotul Abidin | Senin, 24 Juni 2019 | 20:00 WIB
Para pemain dan pelatih Persebaya Junior mendatangi lapangan bola di komplek Wisma Persebaya Jl Karanggayam, Surabaya, Senin sore (24/6/2019). Foto: Abidin suarasurabaya.net.
suarasurabaya.net - Para pemain dan pelatih Persebaya Junior mendatangi lapangan bola di komplek Wisma Persebaya Jl Karanggayam, Surabaya, Senin sore (24/6/2019). Mereka menggelar aksi keprihatinan karena lapangan legendaris itu digembok oleh Pemerintah Kota Surabaya sebagai pemilik aset.

Sambil membawa beberapa poster dan mengenakan jersey kebangggan Klub Persebaya, mereka meneriakkan aspirasi agar Wisma Persebaya dan Lapangan Karanggayam bisa dibuka dan digunakan untuk latihan.

Isbandi Pamungkas Asisten Pelatih U17 Persebaya mengaku kecewa dengan penutupan lapangan Karanggayam ini. Sebab, kompetisi Internal Persebaya yang sejatinya dilanjutkan bulan ini setelah sempat break di bulan puasa, belum bisa dilanjutkan lagi. Salah satu pemicunya karena anak-anak tidak bisa berlatih di Karanggayam.

"Kompetisi Internal telah dibuka mulai kemarin, jadwalnya sudah diplot. Tapi ternyata di sini ditutup bahkan kami diusir. Tolong Bu Risma jangan mau dimanfaatkan orang yang di bawah, karena kami lihat ada yang memanfaatkan Bu Risma terkait masalah ini," ujar Isbandi yang juga pengasuh di SSB Putra Mars Benowo ini.


Isbandi menyebut setidaknya ada 20 klub internal Persebaya saat ini yang mengikuti kompetisi internal. Di antaranya bahkan ada yang akan berangkat ke Manchester United, Inggris untuk berlatih atas panggilan PSSI. Dia menyayangkan, talenta anak-anak harus dipersulit.

"Ini pembunuhan karakter prestasi anak anak, kami ingin dibuka kembali. Persebaya itu milik Surabaya kenapa latihannya harus di Sidoarjo. Padahal ada dua anak dari SSB Putra Mars yang mau ke MU mengikuti program pelatihan PSSI," ujarnya.

Sementara itu, Muhammad Fikser Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya mengatakan, lapangan Karanggayam dan Wisma Persebaya ke depannya akan direnovasi menjadi baik. Setelah direnovasi menjadi baik, fungsinya tetap sebagai lapangan bola untuk berlatih semua klub sepakbola yang regulasinya diatur Dispora.

"Untuk saat ini sementara klub-klub sepakbola bisa menggunakan lapangan yang dibangun Pemkot Surabaya seperti di Jambangan, Keputih, Pagesangan, dan Kolombo. Mekanismenya bisa koordinasi dengan Dispora. Untuk kompetisi, anak-anak bisa menggunakan Gelora Bung Tomo," kata Fikser.

Sekadar diketahui, Wisma Persebaya yang berada di Jalan Karanggayam No. 1 Surabaya merupakan salah satu aset milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang harus dilaporkan penggunaan dan keuangannya kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.

Setiap tahun Pemkot Surabaya diminta pelaporan oleh BPK, terkait penggunaan aset. Itulah alasan Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya mengambil alih kembali aset milik Pemkot Surabaya ini.(bid/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.