OLAHRAGA

Piala Dunia 2022 Tetap Diikuti 32 Negara

Laporan Dwi Yuli Handayani | Jumat, 24 Mei 2019 | 10:11 WIB
Ilustrasi
suarasurabaya.net - Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) menegaskan bahwa peserta Piala Dunia 2022 di Qatar masih tetap 32 dan belum dikembangkan menjadi 48 negara seperti rencana semula.

Gianni Infantino Presiden FIFA pernah menyampaikan usulan untuk menambahkan jumlah peserta pesta sepak bola terbesar sejagat itu, serta menambahkan jumlah negara tuan rumah.

"Setelah melakukan proses konsultasi menyeluruh dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, disimpulkan bahwa melihat kondisi saat ini, penambahan peserta belum bisa dilaksanakan," kata FIFA dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Antara.

FIFA dan tuan rumah Qatar juga sudah mempelajari kesanggupan negara Teluk tersebut untuk menambah jumlah negara peserta karena berdampak terhadap fasilitas yang ada.


"Analisis bersama menyimpulkan bahwa berhubung adanya persiapan lebih lanjut dan dampak logistik yang ditimbulkan dan harus ditanggung tuan rumah, diperlukan waktu lebih panjang untuk persiapan," demikian pernyataan FIFA.

Infantino mulai mundur dari ide tersebut dan pada Maret lalu setelah dalam pertemuan dewan FIFA di Miami berujar: "Jika itu terlaksana, fantastis. Tapi jika tidak terjadi, juga fantastis."

Pihak panitia Piala Dunia Qatar mengatakan bahwa mereka selalu terbuka atas rencana penambahan jumlah peserta jika sudah ditemukan model pelaksanaan yang layak.

"Dengan sisa waktu tiga setengah tahun menjelang kick off, Qatar tetap memiliki komitmen kuat untuk memastikan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia 2022 dengan 32 peserta akan menjadi turnamen terbaik yang pernah ada dan membuat bangga dunia Arab."

Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara, yaitu AS, Kanada dan Meksiko dan akan diikuti 48 negara, sehingga akan mampu mengatasi masalah logistik dan ketersediaan stadion.

Situasi politik yang melanda Timur Tengah juga menjadi salah satu pertimbangan untuk menunda penambahan jumlah peserta.

Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Bahrain dan Mesir memutuskan hubungan politik, perdagangan dan transportasi dengan Qatar sejak Juni 2017. Negara tersebut menuduh Qatar mendukung kegiatan kelompok teroris, tuduhan yang selalu dibantah keras Qatar. (ant/dwi)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.