OLAHRAGA

Abraham Damar Antarkan Stapac Juara IBL 2019

Laporan Agustina Suminar | Senin, 25 Maret 2019 | 16:20 WIB
Abraham Damar Grahita. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Abraham Damar Grahita, pemain berusia 23 tahun dari Bangka Belitung ini berhasil mengantarkan timnya, Stapac Jakarta menjuarai liga basket IBL 2019. Melawan Satria Muda Pertamina Jakarta.

Abraham dan timnya memenangkan dua laga final dengan skor 79-68 dan 74-56. Torehan ini juga menyudahi paceklik gelar selama lima tahun yang dialami oleh Stapac Jakarta.

Tak hanya menuntaskan puasa gelar, Abraham juga memiliki torehan yang tak kalah bagus. Di musim ini, Bram - sapaan akrabnya - berhasil menorehkan 174 poin, 54 total rebounds, 22 steals, serta 68 assists dari total 23 laga bersama Stapac Jakarta di musim ini.

Pada musim 2017 lalu, dia menyabet predikat Most Improved Player IBL 2017. Pemuda asal Bangka Belitung itu juga ikut mengantarkan Indonesia meraih gold medal pada SEABA Championship 2018.

Bersama Timnas Basket Indonesia, Bram ikut mempersembahkan medali perak di SEA Games 2017 di Malaysia. Dia juga menjadi andalan di Asian Games 2018 lalu di Jakarta.

Meski begitu, banyaknya prestasi yang diraih oleh Abraham tidak membuatnya jemawa.

"Di Bangka, basket menjadi olahraga yang dimainkan di kampung. Sama seperti sepak bola di Indonesia. Meski kita memiliki keterbatasan dalam berlatih dan bermain. Tak hanya lapangan yang kurang memadai, sepatu juga menjadi kendala kami dalam bermain basket," ujar Abraham berdasarkan rilis yang diterima suarasurabaya.net.

Di Bangka Belitung, lapangan yang digunakan sebagai bermain harian bukanlah lapangan beralaskan kayu atau bahkan lantai khusus untuk olahraga. Melainkan lapangan yang dibuat dengan cor semen dan beton. Sehingga, salah jatuh bisa sangat fatal.

Selain itu, sepatu juga menjadi salah satu kendala yang ada disana. Bahkan, anak-anak yang bermain basket lebih memilih bermain tanpa alas kaki. Hal ini dikarenakan harga sepatu yang mahal dan susah didapat.

"Bahkan, sepatu basket itu hanya dipakai kalau pertandingan saja. Kalau main atau latihan harian lebih sering bermain tanpa alas kaki," tambahnya.

Kini, kerja keras yang dilakukan Abraham Damar membuahkan hasil. Tak hanya membawa timnya juara, Abraham juga mendapatkan signature shoes-nya sendiri. Dia jadi pebasket pertama di Indonesia yang punya signature shoes, yaitu AD 1 dari DBL Indonesia dan Ardiles.

"Saya cuman anak dari Bangka. Kotanya kecil. Nggak ada fasilitas latihan basket yang layak. Tapi saya bisa. Kalau saya bisa, siapapun pasti bisa. Asalkan ada niat dan kerja keras," ujar Abraham.(tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.