OLAHRAGA

PSSI Beri Penjelasan Soal Joko Driyono Sebagai Tersangka

Laporan Agustina Suminar | Sabtu, 16 Februari 2019 | 10:44 WIB
Djoko Driyono (kanan) Pelaksana Tugas Ketua Umum PSSI. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) memberikan penjelasan untuk meluruskan status tersangka yang diberikan pihak kepolisian terhadap ketua umumnya Joko Driyono pada Jumat (15/2/2019).

Dikutip dari laman resmi PSSI yang dilansir Antara di Jakarta, Sabtu (16/2/2019), Gusti Randa Ketua Komite Hukum PSSI mengatakan bahwa status tersangka Joko Driyono tidak terkait dengan kasus pengaturan skor.

"Bukan terkait pengaturan skor. Dugaan yang disangkakan yakni, memasuki suatu tempat yang telah dipasang garis polisi (police line) di Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta, beberapa waktu lalu," ujar Gusti Randa.

Kantor yang dipasang garis polisi di Rasuna Office Park sendiri adalah kantor PT Liga Indonesia. Penyegelan dilakukan pada Kamis (31/1/2019).


Gusti yang juga anggota komite eksekutif PSSI ini pun menegaskan, organisasi PSSI tetap solid meski ketua umumnya ditetapkan sebagai tersangka.

"PSSI solid dan tetap bekerja untuk menjalankan program hasil kongres," tutur dia.

Sebelumnya, pada Jumat (15/2/2019), Kombes Pol Argo Yuwono Ketua Tim Media Satgas Anti Mafia Bola membenarkan bahwa Joko Driyono Ketua Umum PSSI ditetapkan sebagai tersangka dan dicekal ke luar Indonesia.

Status tersebut ditetapkan setelah tim gabungan dari Satgas Anti Mafia Bola Polri, penyidik Polda Metro Jaya dan Inafis Polda Metro Jaya menggeledah apartemen milik Joko Driyono di Taman Rasuna, Tower 9, Unit 18C dan gelar perkara pada Kamis (14/2/2019) malam.

Dalam penggeledahan tersebut, tim gabungan menyita sejumlah barang dan dokumen berupa sebuah laptop merek Apple warna silver beserta charger; sebuah iPad merek Apple warna silver beserta charger serta dokumen-dokumen terkait pertandingan.

Kemudian buku tabungan dan kartu kredit, uang tunai (tidak disebutkan nominalnya), empat buah bukti transfer (struk), tiga buah handphone warna hitam, enam buah handphone, satu bandel dokumen PSSI dan satu buku catatan warna hitam.

Selanjutnya satu buku note kecil warna hitam, dua buah flash disk, satu bandel surat, dua lembar cek kwitansi, satu bandel dokumen dan satu buah tablet merek Sony warna hitam.(ant/tin/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA