OLAHRAGA
Piala AFF U-16

Supriadi Bakal Sekolah Sepakbola Gratis di Liverpool

Laporan Zumrotul Abidin | Senin, 13 Agustus 2018 | 13:48 WIB
Supriadi pemain sayap Timnas Indonesia U-16 usai mencetak gol ke gawang Vietnam. Foto: Istimewa.
suarasurabaya.net - Muhammad Supriadi pemain Timnas Indonesia U-16 yang ikut sukses mengantar timnya menjuarai turnamen Piala AFF U-16 2018, bakal mendapat kesempatan sekolah sepakbola ke Liverpool, Inggris.

Tri Rismaharini Wali Kota Surabaya memastikan, kalau dia akan menyekolahkan Supriadi ke Liverpool sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang dia raih.

"Akan kami kirim ke Liverpool, tapi saya cek jadwalnya supaya enggak tabrakan sama training center (TC)," kata Risma, Senin (13/8/2018).

Tujuan menyekolahkan Supriadi ke Liverpool, kata Risma, untuk melatih mental, kerjasama, dan skill individunya.


Dia berharap, dengan mengenyam sekolah di negeri pendiri sepakbola, pemain bernomor punggung 11 itu bisa fokus meniti karir sepakbola.

"Saya ingin dia belajar profesional," ujar Risma. Namun, Risma tidak menyebutkan nama sekolah tempat Supriadi mengenyam pendidikan sepakbola.

Dia hanya mengatakan, Supriadi akan disekolahkan di sekolah sepakbola tertua di Liverpool. Risma mengaku sudah berkoordinasi dengan sekolah itu.

"Sekolah itu bukan bagian klub Liverpool FC, tapi memang sekolah sepakbola, bukan klub," tegas Risma.

Soal biaya, Risma sudah menyiapkan anggaran khusus untuk Supriadi dan 10 pemain muda lainnya yang tergabung dalam Sekolah Sepakbola (SSB).

"Semua biaya ditanggung Pemkot Surabaya," katanya.

Risma berharap, dengan upaya ini ada pemain sepakbola profesional seperti Radja Nainggolan yang kini bermain di klub AS Roma, Italia, yang berasal dari Surabaya.

Pengiriman Supriyadi ke Liverpool ini karena sebelumnya Pemkot Surabaya sudah menjalin sister city dengan Kota Liverpool di beberapa bidang. Salah satunya sepakbola.(den/bid)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.