OLAHRAGA

Di Liverpool, Supriadi Cs Dilatih Tiga Ahli Sepak Bola Rovers FC Selama Dua Minggu

Laporan Zumrotul Abidin | Rabu, 21 November 2018 | 14:52 WIB
Kesepuluh pemain muda asal Surabaya yang mendapat beasiswa pendidikan sepak bola dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya saat menuju Stadion Tranmerre Rovers FC, Senin (19/11/2018). Foto: Humas Pemkot Surabaya
suarasurabaya.net - Setibanya di Bandara Manchester, Britania Raya, Senin (19/11/2018), sepuluh pemain muda asal Surabaya yang mendapat beasiswa pendidikan sepak bola dari Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya langsung diboyong ke Stadion Tranmerre Rovers FC untuk melakukan coaching clinic. Di sana mereka langsung diterima Mark Palios, Presiden Rovers FC.

Mark Palios mengucapkan selamat datang kepada Supriadi dan kawan-kawan. Kerja sama antar kedua kota ini, lanjut Mark, sebagai wujud penyelenggaraan pelatihan elite sepak bola sekaligus berbagi pengalaman agar mampu merasakan budaya sepak bola di bagian Utara-Barat, Inggris.

"Selain itu, kami juga akan memberikan kesempatan kepada mereka untuk melihat dan mengamati cara klub profesional beroperasi di fasilitas pelatihan elite milik kami," ujar Mark dalam sambutannya.

Selama dua minggu ke depan, kata Mark, Supriadi bersama sepuluh pemain lainnya dilatih tiga orang yang sudah memiliki keahlian untuk mengembangkan kemampuan mereka. Ketiganya adalah Dan O'Donnell Direktur Teknik Sepak Bola Internasional, Matt Hunter Pelatih Sepak Bola Internasional Manajer Rekrutmen, serta Emma Palios Manajer Pengembangan dan Pembinaan Internasional.

"Tidak sekadar belajar dan mengembangkan kemampuan sebagai pemain, tapi mereka juga akan merasakan Tranmerre Rovers sebagai rumahnya," ungkapnya.

Sementara itu, M. Fikser Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkot Surabaya menyampaikan, selama dua pekan di Inggris, sepuluh pemuda mendapatkan berbagai macam ilmu sepak bola dari pelatih akademi.

"Kemarin (19/11/2018), mereka melakukan pelatihan fisik di dalam gedung dan mendengarkan pola penerapan strategi sebelum bermain," jelas Fikser pada Rabu (21/11/2018). Kata dia, karena Inggris tengah memasuki musim dingin, maka kesepuluh pesepakbola muda itu harus menyesuaikan diri.

"Saat ini di sana lagi musim dingin. Jadi mereka harus pemanasan di lapangan indoor terlebih dahulu sebelum latihan di lapangan terbuka," terangnya.

Tidak sekadar ilmu sepak bola yang harus diperoleh, anak-anak juga diminta untuk mentaati beberapa peraturan selama mengikuti pelatihan disana seperti mengikuti pelatihan secara keseluruhan, tidak boleh meninggalkan grup tanpa seizin staf TRC, tidak boleh berjalan-jalan di area Prenton Park atau The Campus sendirian (kawasan dekat kamp pelatihan), serta dilarang mengambil foto anak-anak di akademi maupun di kamp pelatihan.

Lebih lanjut, Fikser menambahkan, anak-anak diminta terbuka selama berada di Inggris dan mencoba pengalaman baru seperti makanan dan minuman, merasakan cara hidup di Inggris serta tentunya menggunakan bahasa Inggris.

"Mereka juga diharapkan aktif berpartisipasi di setiap sesi karena disana mereka dibina para staf pelatih yang sangat berpengalaman dan berkualitas," jelas Fikser.

Fikser menambahkan, untuk agenda besok, Kamis (22/11/2018), Supriadi Cs melawat ke stadion Anfield markas dari Tim sepak bola Liverpool. Disana, mereka akan melakukan latihan teknik dan fisik untuk mengembangkan kemampuan sepak bolanya.

Diberitakan sebelumnya, 10 pesepak bola muda Surabaya akan menimba ilmu di akademi Tranmere FC, Liverpool. Para pemain itu terdiri dari kelompok di bawah umur 14 tahun (U-14), termasuk pemain timnas U-16, Supriadi.

Selain Supriadi, sederet pemain lain yang dikirim Pemkot Surabaya ke Liverpool adalah Muchammad Aliman, Raditya Duta Mahendra, Resta Ferdinand Indrayana, Saptian Dwi Wicaksono, Alfyan Muzhaky, Aprilio Ferdinan Retassambery, Arvalito Apta Dimawan, Bima Putra Brahma Tio, dan Haekal Wisdom Leonarddin. (bid/nin)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.