OLAHRAGA
Pascakejadian Haringga Meninggal

BOPI Ancam Hentikan Sementara Kompetisi Sepak Bola Indonesia

Laporan Muchlis Fadjarudin | Senin, 24 September 2018 | 18:32 WIB
Richard Sam Bera Ketua Umum BOPI dalam jumpa pers di Kemenpora, Senin (24/9/2018). Foto: Faiz suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mengancam akan menghentikan kompetisi sepak bola di Indonesia setelah kejadian meninggalnya Haringga Sirila pendukung Persija saat laga Persib lawan Persija di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, Jawa Barat, Minggu (23/9/2018).

Pernyataan itu disampaikan Richard Sam Bera Ketua Umum BOPI dalam jumpa pers di Kemenpora, Senin (24/9/2018).

"Kita sangat prihatin terhadap situasi yang terjadi kemarin. Ternyata sepak bola ini menimbulkan korban tewas satu lagi," ujar Richard.

Untuk itu, kata dia, BOPI menyampaikan sikap setelah berkoordinasi dengan Kemenpora dan berbagai pihak.

Sikap BOPI tersebut, Pertama, BOPI mengutuk keras insiden yang terjadi di GBLA dan berharap insiden ini menjadi insiden yang terakhir di sepak bola profesional di Indonesia

Yang kedua, meminta PT liga Indonesia Baru dan PSSI bersikap sangat serius untuk menangani kasus, karena sejumlah kasus serupa sudah pernah terjadi tetapi tidak diikuti dengan langkah langkah pemecahan masalah yang kongkrit.

"Jika PSSI dan PT liga gagal menangani masalah ini dalam waktu satu minggu, maka PSSI dan PT liga tidak boleh melakukan kegiatan kompetisinya sebelum permasalahan ini teratasi dengan langkah-langkah yang kongkrit," tegas Richard.

Yang ketiga, kata Richard, BOPI meminta klub-klub peserta liga lebih aktif menertibkan kelompok suporternya, termasuk melakukan pembinaan secara lebih intens dan menyeluruh.

Yang keempat, meminta semua elemen suporter sepakbola Indonesia menghentikan permusuhan dan fokus membangun kompetisi sepak bola profesional yang lebih mandiri dan bermartabat.

Yang kelima, mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk tidak menyebarkan gambar-gambar atau video terkait insiden di GBLA kemarin maupun di stadion lain, karena hal itu hanya akan memperkeruh suasana. Selain itu, juga meningkatkan tensi ketegangan yang semakin menimbulkan persepsi negatif tentang sepakbola profesional di Tanah Air.

Yang terakhir, mengajak seluruh elemen olahraga profesional untuk terus meningkatkan kedewasaan dan sikap toleran agar kegiatan olahraga profesional dapat terus berjalan dengan tata kelola yang semakin baik mandiri dan profesional.

Soal sanksi keras seperti apa yang bisa menimbulkan efek jera seperti yang diharapkan BOPI, Richard akan menunggu keputusan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI terlebih dulu.

"Kita akan lihat keputusan Komdis dulu. Kita tidak mau terburu-buru menyampaikan keinginan kita seperti apa," pungkas Richard.(faz/iss/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.
X
BACA LAINNYA