OLAHRAGA

Berlatih Tiap Hari, Jevon Remaja Asal Surabaya Ini Raih Juara Dunia Wushu di Brasil

Laporan Agung Hari Baskoro | Rabu, 18 Juli 2018 | 10:55 WIB
Jevon Lionel Koeswoyo (tengah) Peraih Emas Pada Kejuaraan 7th World Junior Wushu Championship Brazilia. Foto: Istimewa
suarasurabaya.net - Setelah Muhammad Zohri, kini giliran Jevon Lionel Koeswoyo yang memberikan emas kejuaraan dunia bagi Indonesia. Dia adalah juara dunia olah raga wushu pada perhelatan 7th World Junior Wushu Championship Brazilia pada 9-15 Juli 2018.

Jevon mendapat emas pada kategori Taiji Jian atau Taiji menggunakan pedang. Tak hanya emas, ia juga mendapatkan perak pada kategori Taiji Quan B atau tangan kosong.

Menurut Budi Gunawan Pelatih Wushu Jatim yang juga pelatih Jevon, dia telah dipersiapkan untuk menghadapi kejuaraan dunia ini tiga bulan sebelum pelaksanaan.

Budi menambahkan, jadwal latihan Jevon adalah setiap sore hari dan berlangsung secara tertib dan terukur. Setiap hari ia dilatih dalam sistem set. Sistem set ini biasanya terdiri 1-5 jurus dan berlangsung 20 kali. Untuk diketahui, dalam olahraga wushu, terdapat 42 jurus.


Jevon Lionel Koeswoyo. Foto: Istimewa

Jevon yang masih berusia 15 tahun, kini telah berlatih di Puslatda (Pusat Latihan Daerah) Jatim untuk kategori wushu junior.

"Dulu dari Klub Wushu Yasanis Surabaya. Kini sudah berada di Puslatda Jatim untuk lapis dua (Junior). Karena masih 15 tahun, dia ada di kategori wushu kelas B. Nanti kalau umurnya sudah 18 tahun, masuk ke kelas A," kata Budi ketika dihubungi suarasurabaya.net, Rabu (18/7/2018).

Budi mengaku bangga dengan prestasi dunia yang ditorehkan anak didiknya tersebut. Hari ini Jevon dijadwalkan tiba kembali ke Surabaya.

Jevon tinggal di rumah orangtuanya di Jl. Pakis Tirtosari gang VI Surabaya. Dia merupakan anak pertama dari 3 bersaudara. Jevon adalah putra dari Novianto Asali Koeswoyo dan Ernawati.(bas/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.