OLAHRAGA
Piala Dunia 2018

Kerjasama Tim Jadi Rahasia Kroasia ke Final

Laporan Agustina Suminar | Jumat, 13 Juli 2018 | 08:12 WIB
Para pemain Kroasia. Foto: Reuters
suarasurabaya.net - Kisah indah Kroasia menuju final Piala Dunia merupakan keajaiban sepak bola yang dibangun dengan dasar kerja sama dan kesatuan.

"Itu (kerjasama, red) yang membuat mereka mampu menyingkirkan tim-tim dengan talenta individu yang brilian," kata pelatih Zlatko Dalic pada Kamis (12/7/2018).

Kemenangan 2-1 atas Inggris di Moskow pada Rabu (11/7/2018) membawa Kroasia menuju final Minggu (15/7/2018) untuk berhadapan dengan Prancis. Pertandingan beruntun ketiga ini merupakan di fase gugur di mana mereka harus memainkan perpanjangan waktu.

"Ketahanan mental yang diperlukan untuk melalui ujian-ujian berat itu merupakan hasil dari penekanan untuk bermain sebagai tim," kata Dalic.

Menurutnya, kekuatan mental mengindikasikan tren yang meluas di Piala Dunia di mana pemain-pemain seperti Neymar, Cristiano Ronaldo, dan Lionel Messi pulang lebih awal.

"Bagi saya, Messi adalah pemain terbaik di dunia dan Neymar sangat dekat. Namun di Piala Dunia ini, tim-tim bertabur bintang mengandalkan nama-nama besar yang telah berada di pantai. Tim-tim yang kompak, bersatu, berjuang untuk sesuatu yang masih ada di sekitar," kata Dalic pada konferensi pers.

Bagaimanapun, sulit untuk mengatakan Kroasia bukan tim dengan nama-nama besar. Fakta yang dengan cepat terbersit saat ditanyai apakah Inggris kurang menghormati timnya dengan kepercayaan diri mereka sebelum perempat final.

Pada diri Luka Modric dan Ivan Rakitic, mereka memiliki mesin-mesin lapangan tengah Real Madrid dan Barcelona. Sedangkan pencetak gol penentu kemenangan mereka atas tim "Tiga Singa," Mario Mandzukic, menjuarai Liga Champions bersama Bayern Munich dan kini membela Juventus.

"Modric menjalani musim brilian dengan Real Madrid dan di sini, ia masih mampu berlari sprint di lapangan selama 115 menit. Menurut saya, ia merupakan pemain terbaik di turnamen ini terlepas dari hasil (pertandingan) pada Minggu," kata sang pelatih.

Dalic mengatakan ia mengizinkan para pemainnya untuk merayakan kemenangan pada Rabu malam, dan konsekuensinya adalah terdapat sedikit ketidaktahuan mengenai kondisi cedera di skuatnya.

Setelah pertandingan Rabu, Dalic mengungkapkan bahwa Kroasia tidak memiliki stadion yang layak untuk menjamu Inggris di Liga Negara-negara yang baru pada akhir tahun ini. Masalah yang ia pandang sebagai bukti pencapaian luar biasa yang ia orkestrasi.

"Kami telah menulis sejarah kami sendiri, dengan kondisi-kondisi dan infrastruktur di kampung halaman, kami adalah keajaiban. Ini mungkin salah satu pencapaian olahraga terhebat dari orang Kroasia manapun. Ini adalah kesuksesan global dan saya sangat gembira hal itu terjadi di bawah manajemen saya," tambahnya.(ant/tna/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.