OLAHRAGA

Pengamanan Asian Games Tanpa Toleransi

Laporan Denza Perdana | Kamis, 17 Mei 2018 | 22:21 WIB
Puan Maharani (tengah) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) menggelar konferensi pers setelah rapat bersama sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga di Jakarta, Kamis (17/05/2018), terkait pengamanan Asian Games 2018. Foto: Antara
suarasurabaya.net - Indonesia akan menerapkan prosedur pengamanan tanpa-toleransi sejak persiapan hingga setelah penyelenggaraan Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Sjafrie Sjamsuddin Wakil Ketua Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) mengatakan, target pengamanan adalah penyelenggaraan itu sendiri.

"Dengan standar internasional zero tolerance di arena pertandingan, arena non pertandingan, serta sejumlah lokasi lain," katanya dilansir Antara, Kamis (17/5/2018).

Sjafrie menyatakan hal ini setelah mengikuti rapat koordinasi pengamanan Asian Games di Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) di Jakarta.

Dia menjelaskan, pengamanan berlapis dari Kepolisian RI dan TNI itu juga akan diberlakukan dalam bidang transportasi, lalu-lintas, dan teknologi informasi, termasuk Pawai Obor Asian Games mulai 15 Juli di 18 provinsi.

Komjen Pol. Syafruddin Wakil Kapolri yang hadir dalam rapat itu mengatakan, Kepolisian RI mengimbau masyarakat tetap tenang dan mempercayakan pengamanan kepada TNI-Polri.

"Saya juga menekankan kepada aparat keamanan untuk profesional karena akan meningkatkan kepercayaan publik, terutama kepercayaan dunia internasional. Semua imbauan perjalanan dari sejumlah negara juga akan segera pulih," kata Syafruddin yang juga Komandan Kontingen Indonesia dalam Asian Games 2018.

Syafruddin mengatakan pasukan cadangan yang telah disiapkan Kepolisian RI dalam pengamanan Asian Games di Jakarta sebanyak 22 ribu personel, sedangkan pasukan cadangan di Palembang tiga ribu personel.

"Asisten Operasi Kapolri akan merilis jumlah kekuatan utuh nanti. Tapi, pengamanan ini sudah sesuai dengan standard internasional," kata Syafruddin.

Syafruddin menambahkan TNI akan mengambil alih pengamanan sejumlah kepala negara yang akan datang ketika penyelenggaraan Asian Games.

"Kalau pengamanan rutin, itu akan menjadi tanggung jawab Polri yang akan didukung TNI," katanya.(ant/den)


Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.