OLAHRAGA

Menpora: Pengerusakan Fasilitas Stadion Utama GBK Memalukan

Laporan Jose Asmanu | Minggu, 18 Februari 2018 | 09:17 WIB
Ulah suporter yang merusak fasilitas stadion utama Gelora Bung Karno. Foto: Netter
suarasurabaya.net - Imam Nahrawi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) kecewa dan menyesalkan ulah suporter yang merusak fasilitas stadion utama Gelora Bung Karno.

Imam Nahrawi menganggap kejadian ini memalukan dan bisa merusak citra Indonesia di dunia sepak bola. "Jujur saya malu atas kejadian ini," kata Menpora.

Pengerusakan itu terjadi pada gate (pintu) 65 dan 66 dilakukan oleh suporter yang tidak mendapatkan tiket masuk.

Kepada suarasurabaya.net, Menpora mengatakan kejadian itu sebenarnya tidak perlu terjadi kalau suporter disiplin dan itu menjaga stadion utama GBK yang baru saja direnovasi dengan dana Rp759 miliar lebih dan belum sebulan diresmikan presiden.

Menpora belum mengetahui berapa besar kerugiannya."Semoga kejadian ini tidak berdampak pada pelaksanaan Asian Games, dimana Indonesia selaku tuan rumah," kata Menpora, Minggu (18/2/2018).

Final Piala Presiden di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Jakarta, Sabtu (17/2/2018) tadi malam, dicederai ulah suporter yang melakukan pengerusakan fasilitas stadion yang digunakankan untuk Asian Games Agustus 2018.

Akibat ulah suporter itu, beberapa titik stadion utama GBK rusak. Kerusakan itu diantaranya terjadi di pintu 65 dan 66. Dua pintu ini dijebol ratusan suporter yang tidak mempunyai tiket masuk.

Aparat keamanan tidak sanggup mengambil tindakan apapun disaat suporter merangsek masuk setelah berhasil merobohkan gate 65 dan 66.

Pengrusakan berlanjut setelah final antara Persija dan Bali United yang dimenangkan Persija 3-0 tanpa balas.

Suporter merobohkan pagar pemisah tribun dengan lapangan. Beberapa ruas pagar dirobogkan ramai-ramai supaya bisa berlarian dengan bebas ke lapangan.

Sampai tadi pagi beberapa fasilita stadion utama GBK yang rusak belum ditandai dan menjadi tontonan masyarakat yang berolah raga pagi di Senayan.

"Kejadian yang memalukan," celetuk seorang ibu saat melihat gate 65 dan 66 yang melompong. (jos/dwi/rst)
Editor: Restu Indah



Komentar Anda
Komentar 1
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.