OLAHRAGA

Ribuan Personel Gabungan Siap Amankan Piala Presiden 2018 di Stadion GBT

Laporan Dwi Yuli Handayani | Kamis, 18 Januari 2018 | 09:01 WIB
Ilustrasi. Foto: Dok. suarasurabaya.net
suarasurabaya.net - Sebanyak 2.050 personel gabungan disiagakan untuk mengamankan laga di Grup C Piala Presiden 2018 yang digelar 18-28 Januari 2018 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya.

Kombes Pol Rudi Setiawan Kapolrestabes Surabaya mengatakan bahwa personel gabungan yang melakukan pengamanan di antaranya Polrestabes Surabaya, Polda Jawa Timur, TNI, Pemkot Surabaya dan masyarakat sekitar.

"Nanti juga ada pembagian 3 ring, Ring 1 di dalam stadion, Rings 2 di sekitar area stadion dan Ring 2 di jalur yang menuju stadion," kata Rudi pada Radio Suara Surabaya, Kamis (18/1/2018).

Sebelum melakukan pengamanan, kata Rudi, seluruh personel akan menggelar apel pasukan 5 jam sebelum pertandingan dimulai. "Kita juga libatkan lima mobil ambulan, mobil PMK dan kendaraan rantis yang kita punya," ujar dia.

Terkait pola pengamanan, lanjut Rudi, pihaknya akan mengutamakan nilai-bilai kemanusiaan. "Dimana kami akan cegah terjadinya penumpukan ketidaknyamanan-ketidaknyamanan sehingga masyarakat bisa menonton dengan aman dan nyaman," katanya.

Tak hanya itu, Polrestabes Surabaya juga sudah bekerjasama dengan panitia dan Pemkot Surabaya untuk menyiapkan lahan parkir di dalam stadion.

"Kita usahakan semua parkir di dalam area GBT. Kita larang suporter yang akan nonton untuk parkir di bahu jalan karena kita tidak ingin sampai ada kemacetan panjang. Kalau macet panjang, jalur emergency seperti ambulan, PMK dan keamanan akan susah lewat," katanya.

Polrestabes Surabaya juga berkoordinasi dengan panitia terkait tiket yang terjual jangan sampai melebihi kapasitas stadion GBT.

"Kami juga bekerjasama dengan Polres Gresik, Polresta Sidoarjo dan Polres Mojokerto agar suporter lewat di jalur yang semestinya tidak lewat tol untuk sepeda motor," katanya.

Saat suporter mulai masuk ke dalam stadion, kata Rudi, akan dilakukan pemeriksaan mulai tiket dan periksa badan secara random. "Kalau mereka punya tiketnya boleh masuk dan periksa badan ini untuk antisipasi kalau ada yang membawa barang terlarang dan membahayakan," ujarnya.

Pihaknya tidak akan mentolerir suporter yang membawa barang berbahaya atau tidak mengikuti aturan karena akan ditindak tegas. (dwi/ipg)
Editor: Iping Supingah



Komentar Anda
Komentar 0
loading...

 
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.